Jumat, 28 November 2008

Pelatihan Bahan Ajar





Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Sistim Sekolah Cerdas Indonesia, melaksanakan Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Teknologi Informasi yang dikikuti sebanyak 23 sekolah Unggulan se-Sulawesi Selatan. dalam kegiatan tersebut saya sebagai salah seorang peserta (utusan SMA Negeri 3 Palopo) akan menceritakan pengalamn pribadi selama mengikuti kegiatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan cukup lama (16 Nov. s.d. 3 Desember 2008) yang diikuti sebanyak 22 Sekolah Unggulan Se-sulsel. Sebagai peserta saya sangat berterima kasih kepada para panitia, khusnya Pa' Yan Cakep yang telah membimbing kami dalam pelatihan. Para panitia sangat handal dalam menyajikan materi sehingga semua materi dapat diserap dengan baik.
Bentuk kegiatan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan hidupku, oleh karena di tempat ini saya bisa bertemu dengan para guru dan kepala sekolah unggulan se-sulsel yang merupakan Pioner Pendidikan Prov. Sulsel.
. baca selengkapnya..

Kota Palopo

Kutelusuri jalan demi jalan

Yang ada di kota Palopo

Kulihat begitu banyak keindahan

Yang sangat mempesona

Di kota Palopo

Terdapat sederetan pengunungan

Lautan, pantai dan

Beberapa tempat wisata yang begitu indah

Sopan, ramah, dan bersahaja

Serta saling tolong menolong

Itulah sifat yang dimiliki

Oleh orang-orang kota Palopo

Corak budaya yng dimiliki pun

Bermacam-macam

Serta dikenal akan kisah Sawerigadingnya

Itulah Kota Palopo

( Created by yayat )

baca selengkapnya..

Rabu, 26 November 2008

SEJARAH SINGKAT SMAN 3 PALOPO

SMA Negeri 3 Unggulan Palopo, yang dulu dikenal dengan nama Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP), didirikan pada tahun 1975, berdasarkan SK Kantor Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan Nomor 0281/C/1975 tertanggal 27 November 1975, pada tahun 1975 berubah menjadi SMA Negeri 3 Palopo, kemudian beralih menjadi SMU Negeri 3 Palopo berdasarkan Surat Keputusan Kantor Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan nomor 0353/O/1985 tanggal 9 Agustus 1985. Dengan berlakunya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nomor 20 tahun 2003 maka berubah menjadi SMA Negeri 3 Palopo. Kemudian dengan Surat Keputusan Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Selatan Nomor 214/PD-4/A-TU/2004 tanggal 5 Maret 2004 menjadi SMA Negeri 3 Unggulan Palopo.
Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 622/C4/MN/2007 tanggal 29 Juni 2007, maka SMAN 3 Unggulan Palopo ditingkatkan statusnya dengan ditetapkannya sebagai SMA Rintisan Bertaraf Internasional.
SMA Negeri 3 Unggulan Palopo Menuju Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional berdiri di atas tanah hak pakai nomor 1271/1979, tanggal 16 Oktober 1979, dengan luas 43,228 m2 . Lahan yang tidak digunakan untuk bangunan, diperuntukan berbagai kegiatan, seperti fasilitas lapangan olahraga, lapangan upacara bendera, dan sarana penunjang lainnya, kebun untuk praktek, taman lingkungan hidup dan taman bunga.
baca selengkapnya..

WAJAH BARU SMANET 2008



Pembaruan tentu bukan hal asing lagi bagi kita. Upaya pemharuan terus saja dilakukan untuk mencapai kepuasan maksimum. Begitu pun di Smanet. Pembaruan dan pengecatan warna taman baru-baru ini dilakukan oleh seluruh warga Smanet, dari kalangan siswa, guru, bujang, bahkan kepala sekolah pun ikut terjun langsung.
Pengecatan ini tentu tanpa alasan. Drs. Ilham Ishaka selaku . . . pembina kesiswaan mengatakan bahwa perubahan warna dari merah putih menjadi biru putih ini merupakan salah satu upaya Smanet dalam memperebutkan beberapa piala dan predikat tingkat Nasional. "Hal ini dilakukan dalam upaya memperebutkan piala Adipura untuk Palopo dan Piala Adiwiyata 2008 untuk Smanet," jelas beliau.
Selain itu, beliau juga menyebutkan bahwa hal ini juga dilakukan untuk mempertahankan beberapa predikat yang sudah didapatkan oleh Smanet. " Ini juga sebagai salah satu upaya kami mempertahankan beberapa predikat seperti Sekolah Pembina Wiyata Mandala untuk Kota Palopo serta Juara 1 Sekolah Sehat tingkat Kota Palopo yang sudah kami raih sejak tahun 2002 sampai sekarang," tambahya.
Beberapa predikat dan prestasi yang sudah diraih oleh Smanet tentu tidak mengehentikan langkah dan semangat mereka sampai disitu saja. Pemeliharaan kebersihan dan keindahan sekolah sudah sepatutnya dilakukan untuk tetap menjadi salah satu sekolah terbaik di Kota Palopo ini. Dengan wajah barunya, Smanet berharap agar mutu dan kualitas fisiknya dapat lebih baik dari sebelumnya.(adhe)
baca selengkapnya..

Siapkan Scanner Multi Fungsi



Smanet Palopo ----- SMA Negeri 3 Unggulan Palopo terus melakukan inovasi baru dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan di sekolah yang menjadi rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).
Setelah menyiapkan sejumlah LCD, Laptop, Tombol Absen Digital, SMAN 3 Unggulan Palopo kembali membidik Scanner Multi Fungsi. Scanner tersebut akan didatangkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga bisa difungsikan dalam memeriksa Hasil Ujian Blok II Tahun Pembelajaran 2007/2008.
Scanner Multi Fungsi ini ..... tidak hanya berfungsi sebagai menyimpan data, tetapi juga bisa digunakan untuk memeriksa hasil ujian, Scan Berwarna, Scan to Fax, dan Foto Copy berwarna. Menariknya Scanner ini bisa memeriksa/mengoreksi hasil siswa dengan kemampuan 1.080 lembar/jam.
Dengan demikian, pemeriksaan hasil Ujian Blok Siswa SMAN 3 Palopo secara keseluruhan dipastikan tidak cukup 1 jam dengan hasil yang sangat objektif dan akurat.
”Scanner sistim digital ini bisa menscan ukuran kartu nama sampai dengan ukuran A4. Selain itu juga bisa melakukan Scan bolak-balik,” Ujar Kepala SMAN 3 Unggulan Palopo, Drs. Muhammad Jaya, M.Si.
Keistimewaan yang dimiliki Scanner ini, Lanjut Jaya, adalah penggunaan kertas tidak mesti menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) dan tidak harus menggunakan pensil 2B. ”Dalam waktu dekat ini, Scanner itu akan kita siapkan. Sebab pelaksanaan ujian Blok II akan diolah dengan sistim komputerisasi,” Tandas Jaya.
baca selengkapnya..

Habibie Setuju Capres Independen untuk Pemilu 2009


JAKARTA, BKMonline - Mantan Presiden B.J. Habibie setuju membuka pintu calon presiden independen untuk Pemilu 2009. Menurut dia, Indonesia juga memiliki lusinan kader pemimpin yang berada di luar parpol.
''Niatnya kan mencari pemimpin terbaik. Jadi, jangan membuat kendala-kendala lewat UU,'' katanya dalam peringatan HUT Ke-9 The Habibie Center (THC) di Hotel Gran Melia, Kuningan, kemarin (25/11). Habibie mengusulkan agar UU Pilpres diubah untuk mengakomodasi capres independen, seperti halnya pilkada. ''UU atau aturan yang membuat kan manusia. Yang tidak dibenarkan untuk diubah itu kitab suci, seperti Alquran dan Injil,'' tegasnya. Seperti diketahui, UU Piplres yang akan digunakan sebagai payung hukum Pilpres 2009 tidak mengatur keberadaan calon independen atau calon perseorangan. UU itu menyebutkan calon presiden/cawapres dicalonkan oleh parpol atau koalisi parpol yang memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional. Saat ini sejumlah pihak bersiap melakukan judicial review ke MK untuk menuntut persyaratan dipermudah serta memperbolehkan calon independen. Habibie kemarin juga mengingatkan para tokoh nasional, pemimpin, dan kandidat capres di Indonesia agar tidak terjebak dalam jargon nasionalisme sempit. Menurut dia, tidak ada artinya mengejar ''kepentingan nasional'' bila tidak memberi keuntungan bagi masyarakat luas. ''Bukan berarti Pak Habibie tidak nasionalisme. Itu tidak perlu disangsikan. Seperti saya yang juga tidak pernah menyangsikan Anda semua berjiwa patriotisme. Tapi, pendekatannya harus kepentingan masyarakat,'' katanya. Dia juga menyampaikan, setiap pemimpin harus cermat dan berhati-hati dengan orang-orang yang ada didekatnya. Walaupun awalnya sangat revolusioner, setiap pemimpin yang tengah berkuasa memiliki peluang yang sama untuk menjadi feodal. Menurut Habibie, dalam lingkaran kekuasaan selalu ada grup-grup kepentingan. Mereka itu, tegas Habibie, juga bisa membentuk bendungan tersendiri yang membuat pemimpin menjadi feodal. ''Kalau yang berkuasa tidak hati-hati, dia akan dipengaruhi lingkarannya,'' cetus mantan ketua Dewan Pembina Golkar dan mantan Menristek di era Soeharto itu. Menurut Habibie, pemimpin feodal tidak akan mau membuka ruang bagi yang lain untuk bermain di sekitarnya. Dengan begitu, kepentingan masyarakat luas berpotensi untuk dirugikan. ''Yang punya power akhirnya tidak realistis lagi,'' katanya. Karena itu, pemimpin membutuhkan informasi yang benar-benar mencerminkan realitas dan kepentingan masyarakat. ''Percaya (dengan orang, Red) baik, tapi cek ke lapangan lebih baik. Dia juga harus punya tim yang bisa dievaluasi,'' imbuhnya. Peringatan HUT THC itu juga dihadiri Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat, mantan Rektor UGM Sofian Efendi, Peneliti LIPI Siti Zuhro, dan ahli hubungan internasional Dewi Fortuna Anwar. (pri/jpnn)

Sumber : Palopopos
baca selengkapnya..

Obama Kangen Bakso dan Nasi Goreng


SEATTLE – Saat transit di Bandara Seattle, Amerika Serikat, sebelum pulang ke tanah air, kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat telepon dari Presiden Amerika Serikat terpilih Barack Husein Obama. Kedua pemimpin melakukan pembicaraan selama lima menit dalam bahasa Indonesia.Presiden SBY kemarin melakukan perjalanan pulang ke Indonesia setelah menghadiri KTT APEC di Lima, Peru. Saat transit untuk pengisian bahan bakar ini, SBY dan rombongan turun dari pesawat. Selama masa transit 2,5 jam inilah presiden pertama AS dari kuit hitam itu menelepon SBY.Usai melakukan percakapan SBY dengan Obama, SBY menyampaikannya kepada wartawan. ’’Presiden terpilih Barack Obama menggunakan bahasa Indonesia yang fasih,’’ kata SBY.Dalam percakapan itu SBY mengucapkan selamat atas terpilihnya Obama dan menyampaikan harapan agara kerjasama Indonesia dan Amerika Serikat terus ditingkatkan di masa datang.’’Selain komitmen kami berdua untuk meningkatkan kerjasama ke depan, presiden terpilih Barack Obama juga menggaris bawahi pentingnya peran Indonesia,’’ kata SBY. Obama, kata SBY, juga terus memantau langkah-langkah Indonesia dalam berbagai bidang. Termasuk dalam mengatasi krisis keuangan global dan climate change. ’’Ini tentunya memberikan harapan untuk masa deapan Indonesia sekaligus kerjasama di antara kedua negara,’’ kata SBY.Obama juga mengaku masih teringat dengan teman-temannya di SD Besuki 01 Menteng. Karena itu Obama menitipkan album berisi foto-foto lama Obama bersama teman-temannya semasa SD di Jakarta dulu. ’’Obama menitipkan untuk teman-temannya di Indonesia,’’ ujar SBY. Album itu, kata SBY, akan akan dititipkan melalui Dubes RI di Amerika Serikat. SBY tak lupa mengundang Obama untuk mampir ke Indonesia ketika menghadiri APEC Summit di Singapura tahun depan. Atas undangan itu Obama menyatakan bahwa datang ke Indonesia itu merupakan seusatu yang penting.’’Bukan hanya untuk meningkatkan hubungan tetapi sudah lama dan ingin sekali lagi merasakan bakso, rambutan dan nasi goreng,’’ kata SBY menirukan jawaban Obama. Dini hari tadi, pukul 03.30, SBY dijadwalkan mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma. SBY melakukan rangkaian kunjungan ke Amerika Serikat dan Amerika Latin selama dua minggu, sejak 13 November 2008. SBY sempat menghadiri pertemuan G-20 di Amerika Serikat. Selain itu, SBY juga berkunjung ke Brasil dan terakhir menghadiri KTT APEC di Peru. (jpnn/ikh)
Sumber : Palopo Pos
baca selengkapnya..

Tsunami Kecil Terjadi Di Kota Adipura

Kota Palopo sudah tiga kali meraih Adipura, Selasa malam lalu, dilanda tsunami kecil dengan ketinggian air mencapai satu setengah meter. Banjir bandang yang oleh Wakil Walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso menyebutnya dengan istilah 'tsunami kecil' melanda Palopo, Selasa malam lalu, membawa trauma mendalam bagi warga di kota peraih Adipura tiga kali.Sekitar 2.000-an rumah warga terendam banjir. Ada yang rusak berat dan rusak ringan. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, infrastruktur jembatan dan jalan rusak. Lebih mengenaskan lagi, seorang anak berusia empat tahun, tewas terseret arus, malam itu. Bila hujan turun, warga diliputi perasaan gelisah. Betapa tidak, banjir bukan lagi hal baru bagi masyarakat Palopo yang berpenduduk sekitar 130.000 jiwa. Boleh dikata, tidak ada lagi ketentraman. Yang ada hanya kecemasan. Sebab hampir setiap hujan yang turun bersamaan dengan air pasang di laut, pemukiman warga akan tergenang banjir. Baik itu banjir karena luapan air drainase yang penataannya sangat jelek atau luapan air sungai yang disertai lumpur. Untuk diketahui, terdapat tiga aliran sungai yang melintas di Palopo. Yakni, Sungai Latuppa, Sungai Mangkalaku, dan Sungai Salubattang.Namun ada yang rancu di sini. Karena Sungai Latuppa yang berhulu di Latuppa, ketika melintas di dalam kota, sudah berubah nama. Misalnya di Pajalesang, sungai ini disebut Sungai Pajalesang. Di Amassangan pun begitu, dinamakan Sungai Amassangan. Lalu hilirnya di wilayah pesisir disebut Sungai SalotelluE. Sebenarnya, Sungai Pajalesang, Sungai Amassangan, dan SalotelluE hanya satu, yakni Sungai Latuppa. Begitu pula Sungai Mangkaluku. Di wilayah Boting, namanya Sungai Boting. Tak sampai seratus meter, namanya lain lagi, yakni Sungai Salobulo. Terus ke wilayah pantai, namanya Sungai Penggoli.Ada baiknya, nama yang beragam ini diseragamkan saja namanya menjadi Sungai Mangkaluku karena hulunya ada di Mangkaluku. Begitu pula Sungai Pajalesang, Amassangan, dan Salotellu dipatenkan menjadi Sungai Latuppa. Tujuannya, tentu agar tidak menimbulkan kebingungan.Kembali ke persoalan banjir. Penyebab banjir yang telah menjadi langganan tetap masyarakat Palopo, masih kontroversi. Pemerintah setempat mengatakan, banjir bandang yang melanda Selasa malam lalu, merupakan banjir kiriman dari Bastem. Sebuah kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Luwu, tetangga sekaligus saudara tua Kota Palopo. Kondisi hutan di wilayah Bastem sangat memprihatinkan. Terjadi penggundulan hutan yang sangat parah. Sehingga setiap hujan, terjadi longsor baik longsoran kecil maupun besar. Kemudian, sebagian masyarakat berpendapat, banjir itu merupakan dampak dari aktivitas tambang emas di wilayah Siguntu, sebuah lingkungan di daerah pegunungan Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang.Sebagai gambaran, memasuki bulan puasa 2008, kru Harian Palopo Pos, ada juga wartawan Fajar rekreasi di kilometer 9 Latuppa. Di sini terdapat pertemuan dua sungai. Satu aliran sungai dari Bastem, warnanya kecoklatan alias keruh karena bercampur lumpur. Bertemu dengan Sungai Latuppa dengan kondisi air jernih. Sangat kontras memang. Tapi itu realita yang terlihat secara kasat mata.Kerusakan hutan di Bastem sudah lama dikeluhkan manajemen PDAM Palopo. Karena bila hujan, maka air baku PDAM yang sebagian besar berasal dari sejumlah anak sungai di Bastem, keruh bercampur lumpur. Makanya, sangatlah ironis ketika pada musim hujan yang seyogyanya air melimpah, justru terjadi krisis air PDAM. Masalah ini sudah seringkali dikomunikasikan oleh Pemkot Palopo dengan Pemkab Luwu. Tapi hasilnya, nihil. Mumpung Pemkab Luwu dan Pemkot Palopo masih memiliki hubungan emosional yang masih sangat kental, maka ada baiknya dua bersaudara yang masih bersebelahan rumah ini, duduk satu meja membicarakan solusi penanganan banjir Palopo dan kerusakan hutan Bastem. Paling tidak, sharing anggaranlah atau bikin program kerja bersama untuk diajukan ke Gubernur atau pemerintah pusat. Siapa tahu dibantu. Bantuka CS... (*)

Sumber : Palopopos
baca selengkapnya..

Hari Guru, Siswa Bagi Bunga


Guru terfavorit SMAN 3 Palopo menerima bunga dari siswinya yang ikut pertukaran pelajar ke Amerika Serikat tahun lalu pada peringatan Hari Guru, 25 Nopember kemarin. (ft-jumaidil-palopopos)


Sumber : Palopos
baca selengkapnya..

Soros Borong BUMI


JAKARTA,RABU - Harga saham PT Bumi Resources Tk (BUMI) kembali unjuk gigi. Kemarin, harga saham produsen batubara terbesar di Indonesia ini, untuk pertama kalinya naik dalam dua bulan terakhir. Beberapa institusi pengelola dana asing atau hedge fund memborong saham BUMI karena menilai harganya sudah kelewat murah.
Sejak perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) buka, para investor memburu saham BUMI. Sehingga, harganya melonjak 19,72 persen ke level Rp 850 per saham. Di pasar negosiasi, harga saham ini mencapai Rp 950. Alhasil, saham ini terkena auto rejection batas atas 20 persen. Padahal, sudah tiga pekan ini, harga saham anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ini selalu anjlok ke batas bawah auto rejection sebesar 10 persen.
Berdasarkan data Bloomberg, tiga broker asing yaitu CLSA Indonesia, CIMB-GK Securities, dan Phillip Securities membukukan nilai beli bersih terbesar saham BUMI. Seorang pelaku pasar membisikkan, beberapa hedge fund mulai mengoleksi saham BUMI melalui broker asing tersebut.
Bloomberg juga melaporkan, George Soros, dan dua hedge fund yang berbasis di Amerika Serikat (AS), yaitu Citadel Investment Group LLC dan T. Rowe Price Group Inc. sedang mengumpulkan saham-saham produsen batubara, termasuk saham Bumi.
Mastono Ali, Analis Valbury Asia Securities, mengatakan, berbagai spekulasi itu mendongkrak harga saham BUMI. Selain Soros, beberapa peminat BUMI sebelumnya yaitu Tata Group, Putera Sampoerna, Artha Graha, dan Grup Djarum kabarnya memborong saham tersebut melalui lantai bursa. Saham BUMI juga menjadi ajang spekulasi menjelang batas waktu kesepakatan akuisisi 35 persen saham BUMI oleh Northstar Pacific Partners, akhir pekan ini.
Nah, mendekati masa akhir, transaksi penjualan 35 persen saham Bumi antara PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Northstar, terancam batal. Sebab, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) akhirnya menyatakan mundur dari Konsorsium Northstar selaku calon pembeli Bumi. PTBA mundur dari calon penawar Bumi karena melihat transaksi ini akan merugikan perusahaan tambang milik negara itu. "Kalau ikut, bakal banyak proyek kami yang terancam dan utang meningkat," kata Direktur Utama Bukit Asam Sukrisno, kemarin.
BNBR minta naik harga
Sukrisno antara lain menyoroti kesepakatan harga akuisisi, yakni Rp 2.068 per saham. Dengan harga saham BUMI saat ini, bedanya sungguh jauh. "Saya khawatir nanti diminta pertanggungjawaban karena kami BUMN," imbuhnya.
Kendati selisih harganya makin jauh, BNBR malah meminta calon pembelinya menaikkan harga beli. "Kami mundur karena BNBR minta kenaikan harga," kata Direktur Keuangan Bukit Asam Dono Boestami.
Nah, selanjutnya, kata Sukrisno, Northstar akan jalan sendiri dalam akuisisi BUMI senilai 1,3 miliar dollar AS. "Tapi jumlahnya pasti tak sampai 35 persen," imbuh dia. Sebab saat ini, BNBR hanya punya 7,14 persen saham BUMI. Sisanya tersebar menjadi jaminan utang di berbagai kreditur dan broker.
Direktur BNBR Dileep Srivastava enggan menyebutkan jumlah saham BUMI yang sudah di tangan dan nasib kesepakatan dengan Northstar tersebut. "Kami akan menyampaikan ke publik pada saatnya nanti," katanya.
Sedangkan pemilik Northstar, Patrick Walujo, juga tak bisa memastikan apakah ia akan mampu meraup 35 persen saham BUMI. "Saya sedang rapat, tidak mau komentar," katanya singkat.


Sumber : Kompas

Sumber : Kompas
baca selengkapnya..